30 Rumah di Bantaran Sungai Karangpilang Tergenang, Pemkot Surabaya Siapkan Bantuan dan Solusi Jangka Panjang

Laporan wartawan sorotnews.co.id : Sugeng Tri Asmoro. 

SURABAYA, JATIM – Sebanyak 30 rumah di kawasan bantaran sungai Gang Gelatik, RT 4 RW 2, Karangpilang, Kota Surabaya, terendam air akibat meluapnya debit sungai pada Selasa (25/2) sejak pukul 06.00 WIB. Kondisi ini berdampak pada 127 jiwa, dengan ketinggian air yang bervariasi antara 30 hingga 50 cm.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Surabaya, Agus Hebi Djuniantoro, mengungkapkan bahwa kejadian ini merupakan fenomena rutin setiap tahun saat debit air sungai meningkat.

“Pemukiman warga berada di wilayah bantaran sungai yang seharusnya tidak digunakan untuk hunian. Ketika ketinggian air naik, kawasan ini terdampak genangan,” ujar Hebi saat dikonfirmasi, Selasa (25/2).

Sebagai langkah tanggap darurat, BPBD telah menyediakan lokasi pengungsian sementara di Aula Lantai 2 Panti Asuhan Muhammadiyah Karangpilang, serta menyalurkan bantuan berupa paket sembako. Namun, hingga saat ini, warga memilih untuk tetap bertahan di rumah masing-masing.

Kepala Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Kota Surabaya, Syamsul Hariadi, menyatakan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas, yang memiliki kewenangan atas kawasan tersebut.

“Bangunan warga berdiri di badan sungai yang masuk dalam wilayah BBWS Brantas. Kami telah melakukan rapat koordinasi dan dalam waktu dekat akan mengeluarkan surat peringatan kepada warga agar tidak lagi bermukim di area tersebut,” tegas Syamsul.

Terkait upaya penanganan genangan, Syamsul menjelaskan bahwa karena faktor lokasi, tidak memungkinkan untuk dilakukan penyedotan air. Oleh karena itu, pihaknya akan berfokus pada pendekatan solusi jangka panjang, termasuk mengedukasi warga tentang risiko tinggal di daerah bantaran sungai serta mencari opsi relokasi yang lebih aman.

Pemerintah Kota Surabaya terus berkomitmen untuk melindungi keselamatan warga sekaligus mencari solusi terbaik guna mengurangi dampak banjir di wilayah rawan. Upaya mitigasi akan terus diperkuat melalui koordinasi lintas sektor agar kejadian serupa dapat diminimalisir di masa mendatang.**

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *